Keterangan Gambar : Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Kutai Timur, Padliyansyah. (Ist)
KUTIM, Denai.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelestarian budaya daerah melalui program pelatihan pelatih seni. Program yang direncanakan mulai tahun depan ini menyasar empat cabang seni prioritas dan bertujuan menciptakan regenerasi pelatih yang kompeten untuk mendukung pembinaan budaya di sekolah maupun komunitas.
Menyadari bahwa keberlanjutan kesenian lokal sangat bergantung pada keberadaan para pelatih yang kompeten, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menjelaskan ada empat cabang seni yang akan menjadi fokus utama dalam pelatihan tersebut, yakni seni taksul, seni teater, seni kasidah, dan kaligrafi.
"Keempat bidang ini kita pilih karena memiliki nilai budaya yang kuat dan masih membutuhkan pembinaan, agar tidak kehilangan peminat," ujarnya, usai penutupan rangkaian Festival Pesona Budaya Kutim, Minggu (23/11/2025) malam.
Ia menjelaskan, berencana melaksanakan program pelatihan khusus bagi para pelatih seni pada tahun depan. Ia menilai program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat regenerasi dan pembinaan kesenian di sekolah maupun komunitas.
"Bentuk kegiatan yang disiapkan adalah workshop intensif dengan pendekatan praktik langsung," jelasnya.
Padliyansyah menegaskan, peserta tidak hanya akan mendapatkan materi teori, tetapi juga pendalaman teknik dan metode pembelajaran yang dapat mereka terapkan ketika kembali ke sekolah atau komunitas masing-masing.
"Kita menargetkan peserta berasal dari para pendidik, pelatih sekolah, hingga masyarakat umum yang memiliki minat kuat pada pengembangan seni daerah," tegasnya.
Meski begitu, keterbatasan kapasitas setiap cabang seni hanya akan menerima sekitar 15 peserta. Untuk itu, proses seleksi akan diberlakukan guna memastikan peserta yang terpilih benar-benar memiliki komitmen tinggi dalam pengembangan seni lokal.
"Setelah lulus dari pelatihan nantinya, kita mau mereka menjadi penggerak utama dalam pembinaan seni di wilayahnya, termasuk mempersiapkan siswa atau anggota komunitas untuk mengikuti berbagai kompetisi seni," tambahnya.
Padliyansyah menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan program berkelanjutan yang akan memperkuat ekosistem kebudayaan di Kutim.
"Dengan adanya pelatih-pelatih yang kompeten dan terstandar, budaya kita dapat terus hidup, berkembang, serta mampu bersaing dan tampil di berbagai panggung budaya," pungkasnya. (*/Adv Diskominfo Kutim/sh)
Tulis Komentar