Keterangan Gambar : Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Kutai Timur, Padliyansyah. (Ist)
KUTIM, Denai.id – Di tengah penetrasi globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya lokal melalui pendekatan yang adaptif dan inovatif. Pelestarian budaya dinilai harus mampu mengikuti dinamika era digital tanpa kehilangan jati diri, sekaligus menjadi tanggung jawab bersama pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Menurut Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Padliyansyah, perkembangan teknologi, kemudahan akses informasi, serta keterhubungan global membuat masyarakat semakin akrab dengan budaya luar.
"Era sekarang kan serba canggih, tapi tidak boleh tertinggal juga kebudayaan, ini wajib dilestarikan meski berada dalam tekanan perubahan zaman," ujarnya, usai penutupan rangkaian Festival Pesona Budaya Kutim, Minggu (23/11/2025) malam.
Ia menyampaikan, pelestarian kebudayaan tidak lagi dapat dilakukan dengan cara-cara lama yang terbatas pada ruang fisik atau pertunjukan tradisional. Setiap daerah untuk melakukan penyesuaian tanpa kehilangan identitas.
"Ini berarti bahwa budaya lokal harus mampu beradaptasi dengan dunia digital, namun tetap menjaga akar, nilai, serta pakem tradisinya," tambahnya.
Seni pertunjukan, tradisi lisan, musik daerah, hingga kerajinan khas kini dapat diperkenalkan melalui berbagai platform digital. Pemanfaatan media sosial, kanal video, dan konten kreatif menjadi jembatan baru untuk memperluas jangkauan budaya lokal.
"Dengan cara ini kebudayaan bukan hanya disaksikan oleh masyarakat setempat, tetapi juga dapat dikenali oleh generasi muda dan bahkan oleh publik internasional," jelasnya.
Namun, ia mengaku proses pelestarian tidak sekadar soal promosi. Ada tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa nilai-nilai budaya tetap utuh. Ia menegaskan, disinilah peran pemerintah, lembaga pendidikan, serta para pelaku seni menjadi penting.
"Kita harus sosialisasi ke sekolah dan komunitas, pelatihan pelatih budaya, hingga penyediaan ruang-ruang ekspresi budaya untuk menjaga budaya kita agar tidak hilang," tutupnya. (*/Adv Diskominfo Kutim/sh)
Tulis Komentar