Keterangan Gambar : Pembukaan E-Sport Tournament Bupati Cup Kutim 2025. (Ist)
KUTIM, Denai.id - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi membuka E-Sport Tournament Bupati Cup Kutim 2025 sebagai upaya memperkuat ekosistem digital dan mengembangkan ekonomi kreatif di kalangan generasi muda. Melalui ajang ini, Pemkab Kutim menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital serta menciptakan ruang kompetisi yang sehat dan berdaya saing bagi atlet e-sport daerah.
Acara tersebut dihadiri pejabat Forkopimda, Kepala Dispora Basuki Isnawan, perwakilan KONI Kutim Rahman, Ketua Umum E-Sport Kutim Maswar, dan pengurus IESPA Kutim. Turnamen ini menjadi ruang kompetisi sekaligus ruang kreasi generasi muda di era digital.
Dengan mengangkat tema “Jembatan Digital Menuju Kutim Hebat,” ajang ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai kecamatan. Dua kategori lomba dipertandingkan selama empat hari hingga 1 Desember 2025, dengan total hadiah Rp22 juta.
Dalam sambutannya, Wabup Mahyunadi menegaskan E-Sport kini bukan sekadar permainan, melainkan industri yang memiliki potensi ekonomi besar. Ia menilai bahwa dunia digital ini mampu mengasah kreativitas, membangun karakter, dan membuka peluang karier baru bagi generasi muda.
“Anak-anak Kutim harus adaptif terhadap teknologi. E-sport adalah industri besar yang tidak boleh hanya kita tonton, tetapi harus kita masuki sebagai peluang,” ucap Wabup Mahyunadi.
Ia juga menyoroti pesatnya perkembangan e-sport di Indonesia, termasuk di Kutim, yang kini menjadi bagian penting dari transformasi digital nasional. Mahyunadi turut membagikan pengalamannya yang akrab dengan dunia game seperti PUBG, sebagai contoh bahwa hobi bisa menjadi sarana mendekatkan diri dengan generasi muda sekaligus wadah pembinaan.
"Penggunaan gawai harus disertai literasi yang baik, agar terhindar dari dampak negatif seperti kecanduan, konten berbahaya, dan maraknya judi online," pesannya.
Mahyunadi juga menyinggung capaian Kutim pada POPDA, di mana atlet-atlet lokal berhasil menorehkan medali emas, perak, dan perunggu serta masuk lima besar. Ia menegaskan perlunya pembinaan atlet sejak dini dan mengurangi ketergantungan pada atlet pinjaman dari luar daerah.
"Kami dorong komunitas e-sport untuk proaktif mengajukan kebutuhan fasilitas, baik perangkat maupun jaringan, yang dapat diakomodasi Dispora dalam proses perencanaan anggaran," jelasnya.
Di akhir sambutannya, Mahyunadi mengajak para peserta untuk selalu menjunjung karakter dan integritas, tetap berpegang pada nilai ketakwaan, serta memanfaatkan teknologi secara positif.
Ketua Panitia, Aulia Rayhand Defgand, menjelaskan bahwa turnamen ini menjadi momentum memperkuat jejaring antar komunitas sekaligus menjaring talenta baru yang berpotensi mewakili Kutim di tingkat provinsi dan nasional.
Perwakilan KONI Kutim, Rahman, menambahkan bahwa e-sport telah diakui sebagai cabang olahraga resmi, sehingga kompetisi ini sangat penting untuk mempersiapkan atlet Kutim menuju kualifikasi e-sport Provinsi Kaltim.
Dukungan penuh pemerintah daerah dan Dispora terhadap pembinaan olahraga digital turut diapresiasi oleh seluruh peserta dan komunitas. Pembukaan turnamen ini meneguhkan komitmen Kutim dalam membangun ekosistem digital yang kreatif, kompetitif, dan berdaya saing tinggi. (*/Adv Diskominfo Kutim/sh)
Tulis Komentar