Keterangan Gambar : Kadispora Kutim, Basuki Isnawan, pada pembukaan Festival Sepak Bola Usia Dini Bupati Cup 2025. (Ist)
KUTIM, Denai.id - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali mempertegas komitmennya dalam pengembangan olahraga usia dini dengan membuka Festival Sepak Bola Usia Dini Bupati Cup 2025. Ajang yang digelar di Stadion GOR Kudungga, Sangatta, menjadi salah satu program strategis dalam memperkuat pembinaan atlet muda secara berjenjang di daerah.
Festival kali ini diikuti sebanyak 32 tim yang dibagi menjadi dua kelompok usia, yakni 16 tim untuk U-10 dan 16 tim U-12. Kegiatan ini juga diikuti para peserta dari lima kecamatan yakni Muara Wahau, Telen, Bengalon, Sangatta Selatan dan Sangatta Utara.
Festival Sepak Bola Usia Dini Bupati Cup 2025 akan berlangsung selama tiga hari dan menjadi salah satu agenda penting dalam kalender pembinaan atlet usia dini di Kutim.
Sejak upacara pembukaan, antusias warga dan orang tua tampak memenuhi area pertandingan untuk memberikan dukungan langsung.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutim, Basuki Isnawan, yang hadir mewakili Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kutim Mahyunadi.
Dalam sambutannya, Kadispora Basuki Isnawan menyampaikan rasa bangga atas antusias lima kecamatan yang mengikuti festival tersebut. Ini menunjukkan progres nyata pembinaan sepak bola usia dini di Kutim.
Menurutnya, festival ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi sarana pembentukan karakter kedisiplinan, kerja sama, dan sportivitas sejak usia pendidikan dasar.
“Festival seperti ini yang terbaik, dan ini adanya cuma di Sangatta, Kabupaten Kutim. Festival ini yang pertama di Kalimantan Timur,” ujar Basuki.
Basuki juga memberikan motivasi khusus kepada seluruh pemain muda, agar bertanding dengan sukacita dan tetap menjaga sportivitas.
“Hari ini dan besok semuanya harus main yang bagus. Tidak boleh ada yang nangis, tidak boleh berantem, yang penting main bagus dan senang," pintanya.
Ia optimistis, potensi atlet muda Kutim sangat besar sehingga pembinaan jangka panjang harus terus berlanjut.
“Potensi sumber daya manusia kita sangat besar. Kita sangat berharap pembinaan berjenjang terus berjalan agar mimpi anak-anak Kutim menjadi pemain nasional bisa terwujud,” pungkasnya. (*/Adv Diskominfo Kutim/sh)
Tulis Komentar