Kutim

Pekan Ekraf 2025 Berakhir, Dispar Kutim Mantapkan Strategi Ekraf untuk Perluas Akses Ekspor Produk Lokal

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kepala Dispar Kutim, Nurullah, dalam penutupan Pekan Ekraf Kutim 2025. (Ist)

KUTIM, Denai.id - Festival Pekan Ekonomi Kreatif Kutai Timur 2025 resmi ditutup dengan komitmen kuat pemerintah daerah untuk memperkuat posisi pelaku ekonomi kreatif dalam persaingan global.

Melalui kegiatan yang menghimpun ribuan pelaku dan penikmat industri kreatif ini, Dispar Kutim menegaskan langkah strategis untuk mendorong produk lokal naik kelas hingga berpeluang menembus pasar ekspor.

Kegiatan Pekan Ekraf 2025 ditutup oleh Kepala Dispar Kutim, Nurullah, dan disaksikan ribuan masyarakat yang hadir memadati area panggung. Turut hadir Pembinaan Pemuda Kutim Hebat, Ordiansyah, unsur Forkopimda, para penggiat Ekraf dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Nurullah menyampaikan Festival Ekraf bertujuan lebih dari sekadar hiburan, melainkan sebagai ajang promosi untuk mendorong pelaku usaha lokal bersaing hingga tingkat internasional.

"Kita berharap para pelaku ekonomi kreatif tidak hanya berada pada tahap rintisan, tetapi bisa naik ke tingkat mandiri dan berdaya, bahkan produknya bisa diekspor,” tegasnya.

Nurullah menegaskan talenta-talenta muda Kutim memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di dunia industri kreatif, baik di tingkat regional maupun nasional. Ia menyebutkan, kreativitas anak muda Kutim terus tumbuh pesat di berbagai subsektor, mulai dari seni pertunjukan, kuliner, kriya, musik, fesyen, hingga digital kreatif.

"Kita terus menggali bakat-bakat anak muda Kutim. Apa yang kita saksikan hari ini menunjukkan Kutim memiliki potensi besar untuk bersaing,” tegasnya.

Sementara itu, Pembinaan Pemuda Kutim Hebat, Ordiansyah menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara komunitas pelaku ekonomi kreatif dengan pemerintah daerah. Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi faktor penting dalam membuka akses pasar dan pengembangan kapasitas pelaku Ekraf.

“Ini kerja sama awal yang kami harap bisa terus dikembangkan di tahun-tahun berikutnya. Potensi ekonomi kreatif di Kutim sangat besar, namun banyak yang belum di eksplor secara maksimal,” ujar Ordiansyah.

Ia secara khusus menilai potensi besar pemanfaatan limbah industri lokal, seperti limbah kayu dan serbuk gergaji, untuk diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi.

“Anak-anak muda Kutim punya kreativitas luar biasa. Bonus demografi adalah modal besar bagi kita untuk terus tumbuh di sektor ekonomi kreatif,” tutupnya. (*/Adv Diskominfo Kutim/sh)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)