TENGGARONG, Denai.id — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, tengah memperkuat sinergi lintas sektor guna membudayakan gaya hidup bersih dan sehat di masyarakat.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengatasi persoalan sampah yang kian meningkat dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaannya.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menjelaskan bahwa produksi sampah di wilayahnya mencapai 0,49 kilogram per orang per hari. Kecamatan Tenggarong menjadi penyumbang terbesar, dengan sekitar 85 ton sampah masuk ke TPA Bekotok setiap hari.
“Kesadaran masyarakat perlu terus diperkuat melalui kolaborasi. Semua pihak harus terlibat dalam pengelolaan sampah agar beban TPA berkurang dan lingkungan menjadi lebih sehat,” ujar Sunggono, Minggu (12/10/2025).
Dorong Peran Rumah Tangga dalam Pengelolaan Sampah
Pemkab Kukar menilai pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga. Sunggono menyebut ibu rumah tangga sebagai ujung tombak pemilahan sampah organik dan anorganik.
Ia juga mengapresiasi DLHK Kukar yang telah menyelenggarakan pertemuan lintas instansi untuk menyusun kebijakan pengelolaan sampah yang lebih terarah dan terintegrasi.
“Sudah ada Perda Nomor 04 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan sejumlah kebijakan turunan lain yang memperjelas tanggung jawab antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,” tuturnya.
DLHK Kukar Siapkan Strategi Pengelolaan Sampah Berbasis Kolaborasi
Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadi Raharjo, menyatakan bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya dengan infrastruktur teknis, tetapi juga memerlukan kesadaran kolektif dan tata kelola yang baik.
Melalui program Dedikasi Jaga Lingkungan Lestari, DLHK Kukar berupaya memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan serta merumuskan kebijakan yang responsif terhadap dinamika daerah dan regulasi nasional.
“Fokus kami saat ini adalah membangun kerja sama lintas sektor, memetakan peran masing-masing pihak agar program berjalan efektif, dan menyusun kebijakan yang adaptif untuk memperkuat budaya bersih di masyarakat,” ujar Slamet. (sh)
Tulis Komentar