SAMARINDA, Denai.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen memperluas akses pendidikan yang merata melalui dua program unggulan: pembangunan sekolah berasrama dan realisasi bantuan seragam gratis.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengatakan kedua program tersebut merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah provinsi dalam menjawab tantangan kesenjangan layanan pendidikan di daerah.
“Program ini menjadi langkah konkret kami dalam memastikan setiap anak di Kaltim mendapatkan hak pendidikan yang sama, tanpa terkendala jarak atau biaya,” ujarnya di Samarinda, Kamis.
Sekolah Berasrama Jadi Solusi Keterbatasan Akses
Armin menjelaskan, Disdikbud Kaltim menyiapkan konsep sekolah berasrama untuk daerah-daerah dengan akses terbatas akibat jarak dan minimnya transportasi.
Program ini tidak hanya difokuskan pada pemerataan layanan pendidikan, tetapi juga efisiensi penggunaan lahan dan penguatan sistem belajar berbasis komunitas.
Bantuan Seragam Gratis dan BOSDA Diperkuat
Selain sekolah berasrama, Disdikbud Kaltim juga memperkuat program kesejahteraan pendidikan, termasuk dukungan anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dan keberlanjutan program sekolah gratis.
“Bantuan seragam gratis untuk siswa SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta akan segera disalurkan tahun ini. Program ini juga kami tetapkan sebagai prioritas di anggaran 2026,” ujar Armin.
Peningkatan Infrastruktur dan Dukungan untuk SMK
Lebih lanjut, Disdikbud Kaltim juga memprioritaskan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di sejumlah wilayah, terutama di Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
Dalam mendukung pendidikan vokasi, pemerintah juga mendorong pemanfaatan kendaraan dinas bekas dari OPD sebagai sarana praktik bagi siswa SMK jurusan otomotif.
“Seluruh langkah strategis ini sejalan dengan visi gubernur untuk membangun pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata di Kalimantan Timur,” pungkas Armin. (sh)
Tulis Komentar