PEKANBARU, denai.id - PT Pertamina Hulu
Rokan (PHR) Regional Sumatera Subholding Upstream Pertamina mencatatkan
pencapaian signifikan atau biasa disebut ‘Big Hitter’ melalui kesuksesan
pengeboran sumur minyak dari dua reservoir primer di dua lapangan Wilayah Kerja
(WK) Rokan.
Dua sumur tersebut masing-masing Pinang #68
sebesar 1020 barel minyak per hari (BOPD) serta sumur Pudu#23 sebesar 967 BOPD.
“Pencapaian ini merupakan hasil dari upaya
PHR mengoptimalkan potensi lapangan-lapangan tua di WK Rokan melalui
digitalisasi data sumur, serta inovasi-inovasi yang disesuaikan dengan karakter
reservoir di lapangan masing-masing,” ujar EVP Upstream Business PHR Andre
Wijanarko, Senin (4/11).
Andre meyakini hasil produksi dari lapangan
ini mampu membuka peluang baru di antara lapangan-lapangan primer yang
dioperasikan PHR. Angka pencapaian ini dianggap sangat penting mengingat kedua
lapangan itu memiliki kecenderungan karakter geologis reservoir dengan tingkat
produktivitas yang dianggap minim.
Di area Pinang, misalnya, lapangan yang
terletak di paling ujung utara Blok Rokan ini rata-rata sumur menghasilkan
sekitar 50 BOPD. Penerapan teknologi juga berperan penting.
Digitalisasi seluruh data sumur lapangan
dianalisa menggunakan metode numerik berbasis Artificial Intelligence (AI) yang
dinamai i-PADI (Integrated Precission Automated Drilling Infill), yang juga
direplikasi pada beberapa sumur lainnya.
Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah
Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus mengatakan keberhasilan para perwira PHR
memberikan tambahan produksi dari dua sumur ‘Big Hitter’ pada momen Sumpah
Pemuda ini menunjukkan sinergi semangat sumpah pemuda sebagai simbol migas
menjadi pemersatu dan lokomotif ekonomi nasional dan menjadi langkah signifikan
menuju ketahanan energi nasional.
"Ke depan masih terdapat beberapa
sumur lainnya yang saat ini sedang dalam tahap uji alir oleh tim PHR. Setidaknya 9 sumur produksi di Lapangan Pudu
dan 1 sumur produksi di Lapangan Pinang. Masih kita tunggu laporannya secara
bertahap hingga pada akhir tahun atau awal tahun 2025," pungkas Rikky. (nad)
Tulis Komentar