JAKARTA, denai.id – Indonesia akan menggelar Piala Dunia U-20 mulai 20
Mei mendatang. Tapi, sampai kemarin atau H-75 penyelenggaraan Piala Dunia U-20,
enam venue yang disiapkan untuk menggelar pertandingan masih memiliki banyak
catatan.
Enam venue tersebut adalah Stadion Gelora Jakabaring
(Palembang), Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Si Jalak
Harupat (Kabupaten Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo
(Surabaya), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Gianyar).
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan, sorotan di
tiap-tiap venue beragam. Stadion Gelora Bung Tomo, misalnya. Kandang klub
Persebaya Surabaya tersebut masih memerlukan pembenahan untuk akses media, area
penonton disabilitas, dan lahan parkir. Selain itu, Stadion Gelora Bung Tomo
memerlukan perbaikan pada kursi di tribun selatan dan pagar pembatas.
”Di Jakarta, salah satu kekurangannya harus ada pembatas
pada tempat latihan. Di Si Jalak Harupat, salah satu kekurangannya adalah area broadcast,” kata Erick di GBK Arena, Jakarta,
kemarin.
Di Palembang, lanjut Erick, salah satu kekurangannya adalah
lahan parkir. ”Adapun di Solo, salah satu sorotannya adalah kondisi lapangan,” ujar
pria yang juga menjabat menteri BUMN tersebut.
Erick mengungkapkan, semua catatan itu dibuat langsung oleh
FIFA. Rencananya, federasi sepak bola dunia itu mengaudit ulang seluruh venue
Piala Dunia U-20 2023 Indonesia pada 21–27 Maret mendatang.
”Yang mengejutkan bagi saya, FIFA berhak mengedrop enam
lapangan pertandingan kalau memang dinilai tidak siap. Venue bisa dikurangi
dari enam menjadi empat lapangan,” terang mantan presiden klub Inter Milan
tersebut.
Erick tidak mau ada stadion yang dicoret FIFA. Dia mau
semuanya terpakai. ”Sebab, ada bagian kerja pemerintah pusat yang dipimpin
langsung Menteri PUPR Pak Basuki Hadimuljono. Ada juga peran yang sangat
penting dari pemerintah daerah,” terangnya.
Karena itu, sebelum diaudit ulang oleh FIFA pada 21–27 Maret, Erick akan meninjau langsung kondisi terkini keenam venue yang disiapkan untuk Piala Dunia U-20.
”Saya memutuskan Sabtu, Minggu, dan Senin mendatang
untuk mendatangi seluruh stadion yang sudah ditunjuk. Saya akan meminta
perwakilan dari local organizing committee (LOC), FIFA, pemerintah pusat, dan
daerah untuk turun bersama,” tegas mantan pemilik saham DC United tersebut.
Erick menegaskan bahwa pencoretan venue Piala Dunia U-20
bukan isapan jempol. Itu sangat mungkin terjadi jika FIFA menilai ada venue
yang tidak siap. ”Kalau dicoret, tidak ada opsi pergantian venue. Yang ada
hanya pencoretan. Dari enam venue menjadi empat stadion,” ujar Erick.
Erick menilai masih ada waktu untuk melengkapi kekurangan
sebelum FIFA melakukan audit pada 21–27 Maret. Dan, pria 52 tahun itu berharap
semua pihak yang memiliki kewenangan untuk melengkapi kekurangan dapat bekerja
secara maksimal.
Lalu, bagaimana dengan penyelenggaraan dua konser akbar di
SUGBK? Ya, menjelang perhelatan Piala Dunia U-20, stadion tersebut dipakai
untuk menggelar konser musik. Pertama, konser penyanyi Raisa. Konser tersebut
selesai terselenggara pada 25 Februari lalu yang dihadiri 42 ribu penonton.
Setelah Raisa, giliran girlband asal Korea Selatan BLACKPINK yang akan manggung di SUGBK. Konser tersebut akan digelar selama dua hari. Yakni, pada 11-12 Maret.
”Mungkin saja (konser tersebut memengaruhi penilaian
FIFA, Red). Makanya, kami kirim surat hari ini (kemarin) bahwa ada tanggung
jawab dari masing-masing pihak. Karena itu, sebelum dicoret, kami akan kerja
keras. Daripada malu,” katanya. (nad)
Tulis Komentar